“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau MENULIS. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.” (Anak Semua Bangsa, Pramoedya, h. 84)
Home » » Prajna Paramita: Ibu dari Segala Kebijakan

Prajna Paramita: Ibu dari Segala Kebijakan


Kata Ayah, dewi kesempurnaan itu sudah berwujud sebuah patung yang benar-benar merupakan mahakarya sempurna di zaman Jawa kuno, jauh sebelum aku. Letaknya ditemukan tak jauh dari kelahiranku, di Singhasari sana, di sebuah kompleks candi yang dikatakan simbol kerukunan umat Hindu dan Buddha (Siwa - Buddha) yang belum selesai pengerjaannya.

Patung itu diboyong oleh Belanda, penemunya yang tak henti mengaguminya, ke negerinya. Mereka berdalih orang Jawa tak lagi menyembahnya, dan oleh karena itu perlu dilindungi dengan diboyong ke negaranya. Sayangnya, pengangkutannya sendiri tidak luput dari bencana. Setidaknya, tiga perahu yang penuh dengan barang-barang antik berharga dari Malang tenggelam dalam perjalanannya ke Belanda sana. Kini setelah bangsaku menyadari keagungannya, patung itu diserahkan kembali ke negeriku dan sekarang disimpan di Museum Nasional, Jakarta. Lihatlah bagaimana manusia mengaguminya. Kau dapat melihatnya kekaguman dunia itu saat dia dipamerkan, juga dalam buku-buku yang membahasnya. Orang pun berusaha membuat duplikatnya hingga detik ini.

Orang Malang dan sekitarnya lebih mengenal Prajna Paramita sebagai Ken Dedes. Munculnya tafsir gambaran patung Ken Dedes ini bahkan bisa ditelusuri sejak 1820-an. Menurut kitab Pararaton, Ken Dedes adalah seorang gadis dari Panawijen yang cantik molek hingga termasyhur dari timur Kawi hingga Tumapel. Oleh karena itulah Akuwu, penguasa Tumapel yang bernama Tunggul Ametung melarikannya untuk dijadikan istri. Karena keistimewaan itu pula, ditambah rahasianya yang terungkap, pemuda Ken Angrok jatuh hati dan merebutnya dari Tunggul Ametung. Rahasianya adalah sebagai Nawiswari, Nareswari, Ardana Reswari, perempuan yang paling utama; siapa saja yang memperistrinya akan menjadi raja. Begitulah nasib Ken Dedes, Ibu bagi raja-raja Jawa, menurut Pararaton.


Dewi Prajna Paramita
Adalah Earl Drake yang berdasarkan penelitiannya meyakini bahwa Prajna Paramita bukanlah Ken Dedes Singhasari tetapi Gayatri dari Majapahit. Karena julukannya Rajapatni, Drake menyejajarkan peran Gayatri ini dengan ratu-ratu seperti Cleopatra, ratu dalang sejumlah peristiwa bersejarah. Dialah yang dicandikan di Prajnyaparamitapuri yang disebutkan Negarakertagama. Dalam hal ini, Slamet Muljana pun menarik kesimpulan serupa bahwa mungkin sekali arca Dewi Prajna Paramita di atas adalah arca puteri Gayatri (Rajapatni) yang dahulunya di letakkan di Candi Prajnyaparamitapuri di Bayalangu.

Sementara itu, salah seorang saudari Gayatri sendiri ada juga yang bergelar Prajna Paramita yaitu Jayendradewi yang disebut-sebut sebagai istri Raden Wijaya yang mandul tapi paling setia. 

 
Jika bosan dengan analisa-analisa itu, bolehlah membaca Arok-Dedes karya Pramoedya Ananta Tur, kata Ayah. Pram sendiri jelas-jelas mengagumi Prajna Paramita. Di luar Arok-Dedes, ia juga menyebut Prajna Paramita dalam novel memoarnya yang yaitu Nyanyi Seorang Bisu, sebagai Ibu dari Segala Kebijaksanaan.

Ibu dari Segala Kebijakan
Entah apa yang akan terjadi pada diriku dan menjadi Prajna Paramita yang manakah diriku kelak:
apakah akan jadi Ken Dedes, Jayendradewi, atau Gayatri,
Jadi sempurna dan bijaksana, atau tidak sempurna seperti bangunan candi itu.
Tapi rasanya lebih manusiawi cerita-cerita di kitab-kitab yang disebut ayahku itu daripada konsep-konsep kesempurnaan itu.

Entahlah. Yang jelas, sejak hari itu aku dilabeli Dea Prajna Paramita.

Kalaulah aku belum bisa mengerti benar akan arti kata-kata yang tertulis di sini, orang tuaku berharap kelak aku akan dapat memahaminya, kemudian melanjutkan kerukunan yang belum selesai seperti terbengkalainya pembangunan candi itu. Inilah postingan pertamaku, lewat orang tuaku, tentang hari kelahiranku.

Sumber gambar: Wikipedia

Written by : Prajna - Dea Prajna Paramita

Aku sama sekali baru dan bersih putih, menunggu coretan-coretan hidup dan pengalaman. Masih belum banyak yang bisa kutuangkan di sini karena aku masih bergantung pada orang tuaku untuk menuliskannya. Suatu saat nanti, segera, aku akan menjadi diriku sendiri.

Join me on: Facebook | Twitter | Google Plus :: Thank you for visiting ! ::

Breaking News close button
Back to top

8 comments

Hai, nama saya juga 98% diambil dari bahasa sansekerta. ...Prajna Paramita Nareswari. Kata orang, nama adalah doa dari orang tua untuk kita. Semoga kita bisa menjadi orang yang baik dan bijaksana, ya. Amin.

Anak q namanya = Jayendradewi Prajna Paramitha

Anak sy namanya Pranya Paramitha

Nama ku mentari prajna paramita q tinggal di desa brnama.singasari
Sangat kebetulan